GEMPA BUMI di JAWA BARAT INDONESIA pada September 2009 

Pada tanggal 2 September 2009 terjadi gempa besar berskala 7,3 pada Skala Richter, berpusat 50km di bawah laut di dekat Pangandaran, tempat di mana Tsunami terjadi pada tahun 2006. Karena dampak tektonik gempa banyak bangunan yang rusak bahkan pada radius lebih dari 300 kilometer. Orang-orang yang tinggal di tenda-tenda karena rumah yang rusak atau karena takut akan gempa susulan. Mereka mengalami trauma.

Setidaknya 80 orang tewas, banyak orang terluka dan kerusakan parah di Jawa Barat. Longsor di Cikangkareng menyebabkan korban jiwa dan kerusakan. Gempa ini dirasakan dampaknya secara luas di Jawa. Maksimum intensitas (VII) di Tasikmalaya; (VI) di Cianjur dan Sukabumi dan (V) di Bandung, Bekasi dan Bogor. Dirasakan (IV) di Denpasar dan (II) di Kuta, Bali. Juga dirasakan di Ubud. Dirasakan di Jambi dan Metro, Lampung dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
1. Menampilkan Rincian Annexure
Ringkasan tektonik
Skala 7.0 Tanggal-Waktu
• Rabu, 02 September , 2009 pada 07:55:01 UTC
• Rabu, 02 September , 2009 pada 02:55:01 di pusat
• Waktu Gempa di lain Zona Waktu yang lain
Lokasi 7,809 ° Selatan, 107,259 ° Timur Kedalaman 46.2 km (28,7 mil) Daerah Jawa, INDONESIA Jarak 100 km (65 mil) Selatan Barat Laut Bandung, Jawa, Indonesia 110 km (70 mil) Selatan Tenggara dari Sukabumi, Jawaa, Indonesia 125 km (75 mil ) Barat Barat Daya dari Tasikmalaya, Jawa, Indonesia 195 km (120 mil) Selatan Tenggara dari JAKARTA, Jawa, Indonesia Lokasi Tegak Lurus + / – 5.1 km (3.2 mil); kedalaman + / – 9,3 km (5.8 mil) Parameternya NST = 271, Nph = 271 , Dmin = 360,1 km, Rmss = 0,84 sec, Gp = 43 °, M-type = teleseismic moment magnitude (Mw), Version = R Para Gempa bumi Jawa September 02, 2009, terjadi pada kedalaman sekitar 50 km sebagai akibat patahan balik. Gempa tektonik di Jawa didominasi oleh subduksi dari lempeng Australia utara-timur laut di bawah lempeng Sunda pada kecepatan relatif 59 mm / tahun pada bujur gempa. Meskipun pusat gempa tanggal 02 September itu dekat antarmuka subduksi antara lempeng Australia dan Sunda, orientasi penyebab patahan disimpulkan dari radiasi gelombang seismik-pola yang tidak konsisten dengan kejutan terjadi sebagai patahan lempengan pada antarmuka tersebut. Sebaliknya, kemungkinan gempa bumi terjadi sebagai hasil dari patahan dalam daerah palung Australia. Daerah palug batas antara lempeng Australia dan lempeng Sunda seismik yang sangat aktif, dengan gempa bumi yang kuat di masa lalu terjadi dalam kedua lempeng Australia dan Sunda serta di palung antarmuka. Gempa bumi berkekuatan 7,8 pada tanggal 2 Juni 1994 dan gempa bumi berkekuatan 7,7 pada tanggal 17 Juli 2006, keduanya terjadi di selatan Jawa dan yang keduanya menimbulkan tsunami yang menghancurkan, terjadi sebagai akibat dari dorongan patahan pada antarmuka palung dangkal dekat lekukan Jawa. Gempa bumi Yogyakarta yang menghancurkan pada 26 Mei 2006, dengan kekuatan 6,3; terjadi pada kedalaman dangkal dari patahan palung Sunda. Gempa bumi pada skalai 7,5 Gempa di Jawa Agustus 28, 2007, terjadi pada kedalaman sekitar 290 km dalam daerah palung Australia. Pada penilaian ini telah ditemukan bahwa dari 72.060 rumah rusak total dan 159.218 rusak ringan dan 1.290 orang luka-luka dan 80 tewas dalam gempa hingga per 11 September dari laporan yang dikumpulkan di berbagai provinsi / Distrik
Respon VJMCharitiesVJMcharities melakukan pengechekan dan pembagian beras, mie, minyak dan baju di Ciamis, Tasik dan Pengalengan

SETIAP BENCANA ALAM MENYEBABKAN KEHILANGAN HARTA, KEHIDUPAN, RUMAH, RUMAH TANGGA, TINGKAT PENGHASILAN DAN HANYA MENYEBABKAN KESAKITAN, KELAPARAN. ANAK-ANAK TANPA ORANG TUA DAN ISTRI-ISTRI YANG KEHILANGAN SUAMI YANG PALING TERPENGARUH BERJUANG UNTUK MAKANAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP.